Manifesto Vibe Coding
2025-03-24
Pengenalan cepat Agen AI seperti Claude 3.7 dan alat pengembangan bertenaga AI seperti Cursor AI menandakan gangguan besar dalam cara kode diproduksi. Pemrograman tradisional—di mana programmer individu menulis setiap baris sendiri—menjadi semakin tidak layak. Sebagai gantinya, programmer harus memanfaatkan kemampuan AI atau berisiko tertinggal.
Definisi awal Vibe Coding tidak memperhitungkan kekuatan transformatif Agen AI. Namun agen-agen ini sempurna mewujudkan prinsip inti Vibe Coding, menghidupkannya dengan cara yang sebelumnya tidak terbayangkan. Manifesto ini menyatakan bahwa masa depan pengkodean adalah kolaborasi berbasis AI, di mana manusia mengkurasi pengetahuan dan mengoordinasikan pengujian, tetapi jarang menulis kode secara manual.
Catatan singkat: Meskipun manifesto ini mungkin secara alami lebih cocok di blog pribadi saya, JustDo telah menjadi karya hidup saya—proyek passion saya. Rasanya sangat tepat untuk membagikannya di sini, di mana saya telah mencurahkan begitu banyak dedikasi, dengan harapan dapat menginspirasi orang lain yang berbagi perjalanan ini dengan saya. Banyak pelajaran dalam manifesto ini dibentuk oleh pengalaman saya bekerja pada kode sumber JustDo, dan saya percaya membagikannya akan membantu orang lain mendorong batas-batas apa yang mungkin dalam pengkodean.
Pilar-Pilar Vibe Programming
1. Basis Pengetahuan yang Membangun Diri
Sebuah repositori pengetahuan terpusat dan dinamis tentang kode dan produk. Yang terpenting, agen AI sendiri yang memperbarui dan memelihara basis pengetahuan ini, dengan pengawasan dari programmer manusia. (Di Cursor AI, misalnya, basis pengetahuan ini diimplementasikan melalui file .mdc.)
Mengapa ini penting: Ketika AI dapat menangkap, mereferensikan, dan menyempurnakan semua informasi yang relevan, AI dapat bekerja lebih mandiri—sambil tetap setia pada tujuan proyek, persyaratan gaya kode, dan batasan produk.
2. Memastikan Ketestabilitasan
Setiap bagian kode yang dihasilkan oleh AI harus dilengkapi dengan tes yang bermakna. AI itu sendiri harus menghasilkan dan menjalankan tes-tes ini untuk menciptakan siklus umpan balik positif, terus memastikan bahwa kode memenuhi persyaratan kualitas dan fungsional.
Mengapa ini penting: Kode yang andal bergantung pada pengujian yang kuat. Dengan menjadikan pembuatan dan pelaksanaan tes sebagai tanggung jawab utama AI, manusia dapat dengan yakin mempercayai (dan memverifikasi) output AI.
Pernyataan Vibe
1. Programmer Tidak Boleh "Menulis Kode Manual."
Jika Anda mendapati diri Anda menulis atau memperbaiki kode secara manual, ini menandakan adanya kesenjangan dalam basis pengetahuan Anda atau dalam instruksi yang Anda berikan kepada AI. Alih-alih "terjun langsung" menulis kode, seorang Programmer Vibe memperbarui basis pengetahuan untuk mengajari AI apa yang salah, kemudian mengarahkan AI untuk memperbaiki kesalahannya sendiri.
2. Semua Programmer Menjadi Peninjau Kode.
Manusia tetap menjadi auditor utama kode yang dihasilkan AI. Setiap commit harus diperiksa untuk kesesuaian produk, gaya kode, prinsip DRY (Don't Repeat Yourself), penggunaan ulang, dan praktik terbaik lainnya. Agen AI tidak menggantikan developer—tetapi mengubah mereka menjadi penjaga kualitas, siap memberikan umpan balik strategis dan mengarahkan perbaikan pada basis pengetahuan.
3. Programmer Harus Memastikan Kerangka Kerja untuk Pengujian.
Adalah tanggung jawab manusia untuk merancang dan memelihara kerangka kerja pengujian. AI harus dapat menjalankan pengujian pada semua yang ditulisnya, memastikan fungsionalitas dan keandalan. Jika sistem tidak memiliki alat atau kerangka kerja yang diperlukan, prioritas utama Programmer Vibe adalah merancang dan mengintegrasikannya sebelum membiarkan AI melanjutkan.
Mengapa Menerapkan Vibe Coding?
- Peningkatan Kecepatan: Dengan menyerahkan penulisan kode mentah kepada AI, tim manusia dapat fokus pada hal-hal tingkat lebih tinggi—seperti arsitektur konseptual, visi produk, dan ulasan strategis.
- Peningkatan Kualitas: AI Agents dapat secara konsisten menghasilkan kerangka pengujian, menjalankan tes, dan memelihara basis pengetahuan yang selalu terbarui. Pendekatan sistematis ini mengurangi risiko kelalaian manusia dan kesalahan pengkodean.
- Keterampilan Tahan Masa Depan: Seiring industri bergeser menuju pengembangan berbasis AI, menguasai peran sebagai "konduktor AI" menjadi keahlian yang berharga dan abadi. Memahami cara mengarahkan, menguji, dan membimbing agen-agen ini adalah tempat di mana keahlian perangkat lunak akan berkembang.
Kesimpulan
Vibe Coding tidak hanya mewakili metodologi baru, tetapi pergeseran mendasar dalam pola pikir: programmer menjadi guru, auditor, dan kurator pengetahuan bagi AI Agents yang menangani sebagian besar pengkodean mentah. Dengan fokus pada basis pengetahuan yang kuat dan pengujian yang mulus, tim dapat membuka kecepatan dan kemampuan adaptasi yang ditawarkan AI—tanpa mengorbankan kejelasan, kemudahan pemeliharaan, atau visi produk.
Masa depan pengkodean sudah di sini. Terapkan Vibe Coding dan manfaatkan kekuatan transformatif AI Agents untuk berkembang dari programmer soliter menjadi orkestrator yang diberdayakan untuk inovasi digital.
Daniel Chcouri,
24 Maret 2025